Tuesday, December 14, 2010

Hikmah dan adab ketika bersin dan menguap

Rasulullah bersabda:


عن أبي هريرة رضي الله تعالى عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (( إن الله يحب العطاس ويكره التثاؤب، فإذا عطس فحمد الله فحق على كل مسلم سمعه أن يشمته، وأما التثاؤب فإنما هو من الشيطان فليرده ما استطاع، فإذا قال: ها، ضحك منه الشيطان )) صحيح البخاري في الأدب 6223

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ta'alaa anhu, Rasulullah bersabda, "Sungguh Allah mencintai orang yang bersin dan membenci orang yang menguap, maka jika kalian bersin maka pujilah Allah, maka setiap orang yang mendengar pujian itu untuk menjawabnya; adapun menguap, maka itu dari syaitan, maka lawanlah itu sekuat tenagamu. Dan apabil seseorang menguap dan terdengar bunyi: Aaaa, maka syaitan pun tertawa karenanya". Shahih Bukhari, 6223.

Imam Ibn Hajar berkata, "Imam Al-Khathabi mengatakan bahwa makna cinta dan benci pada hadits di atas dikembalikan kepada sebab yang termaktub dalam hadits itu. Yaitu bahwa bersin terjadi karena badan yang kering dan pori-pori kulit terbuka, dan tidak tercapainya rasa kenyang. Ini berbeda dengan orang yang menguap. Menguap terjadi karena badan yang kekenyangan, dan badan terasa berat untuk beraktivitas, hal ini karena banyaknya makan . Bersin bisa menggerakkan orang untuk bisa beribadah, sedangkan menguap menjadikan orang itu malas (Fath-hul Baari: 10/6077)

Nabi menjelaskan bagaimana seseorang yang mendengar orang yang bersin dan memuji Allah agar membalas pujian tersebut. 


Rasulullah bersabda...



(( إذا عطس أحدكم فليقل الحمد لله، وليقل له أخوه أو صاحبه: يرحمك الله، فإذا قال له يرحمك الله فليقل: يهديكم الله ويصلح بالكم )) صحيح البخاري في الأدب: 6224


Apabila salah seorang diantara kalian bersin, maka ucapkanlah Al-Hamdulillah, dan hendaklah orang yang mendengarnya menjawab dengan Yarhamukallahu, dan bila dijawab demikian, maka balaslah dengan ucapan Yahdikumullahu wa Yushlihubaalakum (HR. Bukhari, 6224)



Dan para dokter di zaman sekarang mengatakan, Menguap adalah gejala yang menunjukkan bahwa otak dan tubuh orang tersebut membutuhkan oksigen dan nutrisi; dan karena organ pernafasan kurang dalam menyuplai oksigen kepada otak dan tubuh. Dan hal ini terjadi ketika kita sedang kantuk atau pusing, lesu, dan orang yang sedang menghadapi kematian. Dan menguap adalah aktivitas menghirup udara dalam-dalam melalui mulut, dan bukan mulut dengan cara biasa menarik nafas dalam-dalam !!! Karena mulut bukanlah organ yang disiapkan untuk menyaring udara seperti hidung. 

Maka, apabila mulut tetap dalam keadaan terbuka ketika menguap, maka masuk juga berbagai jenis mikroba dan debu, atau kutu bersamaan dengan masuknya udara ke dalam tubuh. Oleh karena itu, datang petunjuk nabawi yang mulia agar kita melawan "menguap" ini sekuat kemampuan kita, atau pun menutup mulut saat menguap dengan tangan kanan atau pun dengan punggung tangan kiri.

Adab ketika menguap
Adab yang pertama ialah jangan mengeluarkan sembarang bunyi. Janganlah mengeluarkan bunyi “Haaa”, “Uhhh” atau sebagainya. Bunyi-bunyi seperti ini disukai oleh syaitan sehingga mereka tertawa kepada orang yang mengeluarkannya ketika menguap.
“Menguap adalah dari syaitan. Maka apabila seseorang dari kalian menguap, tahanlah sedaya mungkin karena sesungguhnya apabila seseorang dari kalian menguap sambil berbunyi “Haaa” maka ketawalah syaitan” [Shahih al-Bukhari, hadis no: 3289]

Adab kedua jika terpaksa menguap ialah menutup mulut dengan tangan. Jangan membiarkan mulut ternganga sehingga jelas nampak “intan dan berlian” yang melekat di celah-celah gigi. Rasulullah SAW mengajar kita: 


“Jika seseorang kalian menguap, maka tutuplah mulut dengan tangannya karena sesungguhnya syaitan masuk ke dalam mulut yang terbuka.” [Shahih Muslim, hadis no : 2995]

Dalam beberapa literatur kesehatan, kita dapati bahwa bersin merupakan salah satu cara tubuh untuk mengeluarkan virus / bakteri / ’bibit penyakit’.

Bersin adalah lawan dari menguap yaitu keluarnya udara dengan keras, kuat disertai hentakan melalui dua lubang: hidung dan mulut. Maka akan terkuras dari badan bersamaan dengan bersin ini sejumlah hal seperti debu, haba' (sesuatu yang sangat kecil, di udara, yang hanya terlihat ketika ada sinar matahari), atau kutu, atau mikroba yang terkadang masuk ke dalam organ pernafasan. Oleh karena itu, secara tabiat, bersin datang dari Yang Maha Rahman (Pengasih), sebab padanya terdapat manfaat yang besar bagi tubuh. Dan menguap datang dari syaithan sebab ia mendatangkan bahaya bagi tubuh. Dan atas setiap orang hendaklah memuji Allah Yang Maha Suci Lagi Maha Tinggi ketika dia bersin, dan agar meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk ketika sedang menguap 

Adab ketika bersin ialah menutup mulut dan hidung dengan tangan atau kain. Pada waktu yang sama hendaklah merendahkan muka dan suara. Jangan bersin sehingga menghamburkan air liur, bersin ke arah muka orang lain atau bersin dengan suara yang kuat. 
Photo: girl sneezing; a light highlights the resulting wet spray..
Photo credit: Andrew Davidhazy, School of Photo Arts and Sciences/RIT,
 as posted on the Los Alamos National Laboratory Web site.


Abu Hurairah menerangkan adab Rasulullah SAW ketika bersin: “Apabila Rasulullah SAW bersin, baginda meletakkan tangannya atau bajunya ke atas mukanya [mulut dan hidung] sambil merendahkan [atau sambil menundukkan muka dan suaranya].”
 [Shahih Sunan Abu Daud, hadis no: 5029]



Beberapa mahasiswa dari sebuah universitas di Amerika membuat penelitian tentang bersin ini. Mereka ingin tau kenapa manusia bersyukur dan saling mendoakan pada saat bersin. Dari hasil penelitian, ternyata pada saat bersin jantung manusia berhenti berdetak NOL KOMA SEKIAN DETIK - Dan kita tau kalau jantung merupakan organ vital bagi manusia.



-----------------------------------------------------------------------

“Hak seorang muslim atas muslim yang lain ada enam: jika engkau bertemu dengannya maka ucapkanlah salam, jika ia mengundangmu maka datanglah, jika ia meminta nasihat kepadamu maka berilah nasihat, jika ia bersin lalu ia mengucapkan alhamdullilah maka doakanlah, jika ia sakit maka jenguklah, jika ia meninggal maka iringilah jenazahnya.” [HR Muslim].

“Apabila salah seorang di antara kalian bersin, hendaklah mengucapkan alhamdulillah, dan hendaknya saudaranya mengucapkan untuknya yarhamukallah. Apabila ia mengucapkan kepadanya yarhamukallah, hendaklah ia [orang yang bersin] mengucapkan yahdiikumullah wa yushlihu balaakum [artinya = Mudah-mudahan Allah memberikan petunjuk dan memperbaiki hatimu].” [HR Bukhari].

“Menguap adalah dari syaitan. Maka apabila seseorang kalian menguap, tahanlah sedaya mungkin kerana sesungguhnya apabila seseorang kalian menguap sambil berbunyi “Haaa” maka ketawalah syaitan” [Shahih al-Bukhari, hadis no: 3289].

“Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan hasil sesuai dengan niatnya.” [HR. Bukhari dan Muslim].


--------------------------------------------------------------------------



sources:




Al-Haqa'iq Al-Thabiyah fii Al-Islam: hal 155 - ( alsofwah.or.id - 13 Ramadhan 1424/071103 )





No comments:

Post a Comment