Monday, November 29, 2010

Menyegerakan Nikah


Nikah adalah salah satu ibadah yang kerap ditunda-tunda.  Banyak alasan diajukan. Di antara dalih yang kerap jadi alasan adalah takut tidak mampu memberi nafkah keluarga alias takut miskin.” Barangsiapa yang takut menikah karena takut miskin, maka bukan umatku.”(HR. Dailami dan Abu Dawud). Ja’far ibn Muhammad berkata,”barangsiapa enggan menikah takut biaya-biaya yang dibebankan maka tidak mempercayai Allah Azza wa Jalla.”

Rasulullah Saw berpesan:”Wahai para pemuda, jika salah seorang dari kalian mempu menikah maka lakukanlah, sebab menikah itu baik bagi mata kalian dan melindungi yang paling pribadi (farj)” (HR Bukhari dan Muslim) Artinya, segerakanlah nikah saat lahir-batin, fisik-mental mampu. Bahkan, Rasulullah Saw mempertegas: “Barangsiapa yang suka syariatku, maka hendaklah mengikuti sunahku . Dan bagian dari sunahku adalah nikah.” (HR. Baihaqi)

Agar Allah tak Membuka Aib Kita

Agar Allah tak Membuka Aib Kita
REPUBLIKA.CO.ID

,JAKARTA--Suatu hari Rasulullah SAW naik ke atas mimbar dan menyeru dengan suara yang tinggi, "Janganlah kalian menyakiti kaum Muslim, janganlah menjelekkan mereka, janganlah mencari-cari aurat mereka. Karena orang yang suka mencari-cari aurat saudara sesama Muslim, Allah akan mencari-cari auratnya. Dan, siapa yang dicari-cari auratnya oleh Allah, niscaya Allah akan membongkarnya walaupun ia berada di tengah tempat tinggalnya." (dari Abdullah bin 'Umar)


Syekh Mahmud al-Mishri dalam kitabnya Mausu'ah min Akhlaqir-Rasul  mengungkapkan, di zaman sekarang ini sulit untuk menemukan orang yang dapat dipercaya dalam menjaga rahasia. Kebanyakan manusia-kecuali manusia yang mendapat pertolongan Allah-tak dapat menjaga rahasia orang lain. Padahal, membuka aib orang lain termasuk bagian dari khianat.