Monday, March 22, 2010

Mukjizat Bulan Terbelah Memang Pernah Terjadi

banyak sekali ternyata kontroversi tentang mukjizat nabi muhammad yang satu ini, banyak sekali juga yang menyebutnya sebagai hoax, namun bagi yang percaya...tak usah perlu dibuktikan dengan proses ilmiah...dan sedikit mengutip: "bahwa kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan dengan ilmu pengetahuan, sebab ia (ilmu pengetahuan) tidak bisa menjangkaunya (mukjizat).


Menurut pendapat pribadi,
banyak sejarah yang diputar balikkan menurut kemauan penguasa suatu negeri di suatu masa, tapi kebenaran Al Qur'an itu otentik, hanya yang bersumber dari Al Qur'an saja yang tidak diubah menurut nafsu sang penguasa negeri. Jadi mau percaya atau tidak terserah masing-masing individu, hanya Allah dan umat saat itu yang bisa membuktikan kebenaranya (seandainya kebenaran saat itu pun ditutup-tutupi oleh kaum munafik, dan ilmu pengetahuan yang ada sekarang juga belum dapat menjangkau kebenarannya secara ilmiah), berikutpenggalan sejarah yang hilang itu:


"Telah dekat datangnya saat itu dan Telah terbelah bulan". (Q.S. Al-Qomar: 1)


Ayat di atas menjelaskan kejadian terbelahnya bulan (satelit bumi) sekitar tahun ke-5
Hijrah. Terbelah berati terpisah menjadi dua bagian. Peristiwa ini merupakan mukjizat
Nabi Muhammad dalam memenuhi permintaan orang-orang Quraisy. Peristiwa ini dimuat dalam berbagai kitab hadis dan sirah nabawi dari penuturan sejumlah sahabat, di antaranya adalah Abdullah bin Umar dan Abdullah bin Abbas.


Peristiwa ini dibantah oleh orang-orang Barat karena dianggap sesuatau yang mustahil dan tidak logis; “Bagaimana mungkin benda-benda angkasa terbelah menjadi dua dan kemudian menyatu kembali sebagaimana yang kita lihat sekarang.”Namun ternyata, sejarah India dan Cina kuno (yang pada waktu peristiwa ini belum mengenal apa pun tentang Islam) telah mencatat dan menceritakan peristiwa ini. Sayyid Mahmud Syukri al-Alusi, dalam bukunya Ma Dalla 'Alaihi Al-Qur'an, mengutip dari buku Tarikh al-Yamini bawa dalam sebuah penaklukan yang dilakukan oleh Sultan Mahmud bin Sabaktakin al-Ghaznawi terhadap sebuah kerajaan yang masih menganut paganisme (musyrik) di India ia menemukan lempengan batu di dalam sebuah istana taklukan tersebut. Pada lempengan tersebut terpahat tulisan, "Istana ini dibangun pada malam terbelahnya bulan, dan peristiwa itu mangandung pelajaran bagi orang yang mengambil pelajaran."
---------------------------------------------------------------------------------------




sengaja saya tidak menceritakan tentang percakapan antara Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar dan kisah Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris, karena berkaitan dengan belum sempat melakukan konfirmasi dengan yang bersangkutan, dan dari sumber yang belum jelas. Wuallahu'alam


No comments:

Post a Comment