Pages

Thursday, January 2, 2014

Beritahukan Kepadaku, Atas Dasar Apa Pesta Pora Ini...?



Atas dasar apa seseorang pesta pora dengan pergantian tahun? Usia bertambah? Bukankah itu artinya berkurang jatah…?

Jika waktu-waktu yang kita lalui berisi kebaikan, bukan pesta pora dan hura-hura untuk memberikan apresiasi…Tapi syukur penuh harap agar kebaikan-kebaikan tersebut Allah terima dan berkati…


Jika waktu-waktu sebelumnya penuh catatan hitam, logiskah jika disambut dengan hura-hura dan pesta pora di tengah malam?

Seorang salaf ketika melihat orang-orang berpesta pada hari Ied berkata; Jika sebelumnya mereka beribadah, bukan begitu kebahagiaan orang yg beribadah… jika sebelumnya merek bermaksiat, pantaskah pesta utk perbuatan laknat..?

“Masyarakt butuh hiburan..” kata sebagian orang… Kenyataannya, masyarakat setiap hari sudah dijejali berbagai hiburan… bahkan pengajian pun tak sepi dari hiburan..

Thursday, October 10, 2013

Berjihad Memerangi Ujub??

Sesungguhnya Iblis selalu berusaha menjauhkan anak cucu Adam dari amalan sholeh dan menjerumuskan mereka dalam beragam kemaksiatan, tidak lain agar anak cucu Adam bisa menemaninya di neraka Jahanam abadi salama-lamanya.
Jika Iblis tidak berhasil melakukannya pada sebagian anak cucu Adam dan melihat mereka samangat beribadah dan jauh dari kemaksiatan maka Iblis tidak putus asa…ia tetap terus berusaha agar para pelaku amal sholeh tersebut tetap bisa menemaninya di neraka?.
Iblis memiliki dua senjata yang sangat ampuh untuk menjerat mereka yang rajin beribadah, senjata riyaa' dan senjata ujub. Iblis selalu menyerang mereka dengan dua senjata ini, dan ia tidak peduli apakah ia berhasil menjerat mereka dengan dua senjata ini atau salah satunya.


Thursday, March 3, 2011

Check and Rechek sebelum Bicara

Seorang muslim sejatinya harus selalu sadar dengan apa yang dilihatnya sehingga bisa teliti dalam menyampaikan segala macam berita. Dia mesti selalu melakukan check dan re-check dalam menceritakan riwayat dan menyampaikan kabar berita, jauh dari isu dan desas-desus yang beredar di kalangan manusia.


Dia juga dituntut untuk selalu jujur dalam bertutur dan dalam menyampaikan segala hal kepada orang lain, sehingga tidak mengisi benak dan otak orang-orang dengan perkataan-perkataan bohong dan tidak konsisten. Allah swt berfirman: 

"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya." (QS. Al Israa: 36)


Atau, jangan engkau ikuti hal-hal yang tidak sama sekali memiliki bukti-bukti konkret dan ilmiah.


Allah juga berfirman:

"Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." (QS. Qaaf: 18)